Perum Bulog Diminta Serap Hasil Panen Raya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Beberkan Alasannya

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 26 Desember 2024 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono saat mengikuti Rapat Koordinasi Dalam Rangka Swasembada Pangan Nasional di Gedung Pakuan. (Dok. Kementerian Pertanian)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono saat mengikuti Rapat Koordinasi Dalam Rangka Swasembada Pangan Nasional di Gedung Pakuan. (Dok. Kementerian Pertanian)

MEDIAAGRI.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, meminta Perum Bulog untuk segera mempersiapkan diri dalam menghadapi musim panen raya yang diperkirakan akan terjadi pada Februari 2025.

Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menekankan pentingnya penyerapan hasil panen petani.

Tujuannya agar para petani tidak mengalami kerugian, terutama jika harga gabah jatuh akibat tidak ada yang membeli.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mohon Bulog untuk siap siap banjir beras tahun depan. Jangan sampai petani sudah kita push produksi tapi tidak ada yang nyerap, apalagi harga jatuh,” kata Wamentan Sudaryono.

Dia menyampaikan hal itu saat mengikuti Rapat Koordinasi Dalam Rangka Swasembada Pangan Nasional di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa, (24/12/2024).

Menurut Wamentan Sudaryono, penyerapan gabah petani sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan mereka.

Wamentan mengingatkan agar pembahasan terkait penyerapan panen raya dilakukan secara serius untuk memastikan proses berjalan lancar.

“Saya kira ini sangat penting dan bisa dibahas lebih lanjut agar serapan prodiksi gabah berjalan dengan sangat baik,” tambahnya.

Wamentan Sudaryono juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memastikan ketersediaan benih, pupuk, dan sarana produksi pangan lainnya untuk mendukung percepatan swasembada pangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempermudah distribusi pupuk melalui kebijakan yang lebih sederhana, di mana mulai 1 Januari 2025, pupuk akan disalurkan hingga Desember 2025.

“Kami laporkan bahwa semua aturan yang mengular dan berbelit sekarang sudah kami putus, Pak. Tahun ini dan tahun depan RDKK sudah kami serahkan ke pupuk Indonesia.”

“Sehingga mulai 1 Januari pupuk bisa kita salurkan sampai batas akhir Desember 2025 mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono mengungkapkan bahwa draft final Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Presiden (Perpres) terkait sektor pertanian sudah siap, tinggal menunggu tanda tangan Presiden.

Salah satunya adalah Inpres terkait penyuluhan pertanian, yang sudah diserahkan ke Kementerian Sekretariat Negara.

“Terkait penyuluh pertanian, inpres nya sudah kami serahkan ke Mensesneg, kami juga berharap akhir tahun sudah selesai.”

“Kemudian yang lain adalah total penyuluh yang dialihkan ke kementan ada kurang lebih 37700 orang. Ini yang akan dipindahkan penggajianya di Kementan,” tuturnya.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoekbis.com dan Harianinvestor.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 062.live dan Apakabarjateng.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 08531555778808781555778808111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Pemerintah Intervensi Pasar Jagung, 52.400 Ton SPHP Untuk Stabilkan Telur
Di Balik Wacana Stabilisasi: Strategi Pemerintah Turunkan Harga Jagung
Panen Gadu 2025 Melimpah, Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik
Gene Bank Indonesia Siap Dibangun, Prabowo Beri Restu Penuh
Jagung Tetap Stabil: Pemerintah Gulirkan Stok CJP Untuk Peternak
Mafia Pangan Terungkap, Pemerintah Gelontorkan 1,3 Juta Ton Beras
Wamentan Sudaryono: Prediksi Cuaca adalah Senjata Andalan Petani
Harga Gabah Dijaga Rp6.500, Beras SPHP Bantu Rakyat

Berita Terkait

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

Pemerintah Intervensi Pasar Jagung, 52.400 Ton SPHP Untuk Stabilkan Telur

Selasa, 2 September 2025 - 14:03 WIB

Di Balik Wacana Stabilisasi: Strategi Pemerintah Turunkan Harga Jagung

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Panen Gadu 2025 Melimpah, Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Gene Bank Indonesia Siap Dibangun, Prabowo Beri Restu Penuh

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Jagung Tetap Stabil: Pemerintah Gulirkan Stok CJP Untuk Peternak

Berita Terbaru