Tugaskan Bulog, Bapanas Juga Dorong Pelaku Usaha dan Stakeholder Jagung untuk Serap Hasil Panen Petani

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 17 Mei 2024 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi jagung di beberapa sentra produsen yang saat ini tengah melimpah. (Dok. Tim Komunikasi Bapanas)

Produksi jagung di beberapa sentra produsen yang saat ini tengah melimpah. (Dok. Tim Komunikasi Bapanas)

MEDIAAGRI.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog dan mendorong pelaku usaha serta stakeholder jagung untuk menyerap secara optimal hasil panen petani.

Hal tersebut untuk menyikapi situasi produksi jagung di beberapa sentra produsen yang saat ini tengah melimpah.

Kepala Bapanss Arief Prasetyo Adi menyampaikam hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

“Pemerintah berupaya mengantisipasi situasi seperti ini. Pada pokoknya itu, bagaimana hasil panen jagung petani dapat terserap secara baik.”

“Pemerintah melalui Perum Bulog telah melaksanakannya dan stakeholder lainnya seperti private sector pelaku usaha pakan dan peternak unggas.”

“Juga telah kami kumpulkan dan menghasilkan suatu komitmen bersama dalam penyerapan jagung,” jelas Arief Prasetyo Adi.

Terkait hal tersebut, secara intensif Bapanas terus melakukan koordinasi langkah-langkah penyerapan jagung bersama stakeholder terkait.

Pada Rabu (8/5/2024), Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan NFA Maino Dwi Hartono melakukan kunjungan lapangan langsung ke sentra jagung di Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kunjungan yang juga dihadiri oleh Perum Bulog, pelaku usaha jagung, dan asosiasi/koperasi peternak tersebut menyepakati komitmen penyerapan bersama.

Dengan harga sesuai ketentuan kebijakan fleksibilitas Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

“Panen raya jagung di Bima dan Dompu ini diperkirakan masih berlangsung sampai Juli mendatang.”

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

“Untuk mengantisipasi over supply dan harga jatuh, kami bersama stakeholder berkomitmen mempercepat proses distribusi jagung, utamanya ke sentra-sentra peternakan di Jawa,” ujar Maino.

Per 14 Mei 2024, total secara keseluruhan jagung dalam negeri yang diserap Bulog telah menyentuh 16 ribu ton.

Itu terdiri dari serapan pada infrastruktur pascapanen di Gudang Corn Drying Center (CDC) Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan total serap 5 ribu ton dan CDC Bolaang Mongondow Sulawesi Utara di angka 5,7 ribu ton.

Di samping itu, terdapat pula penyerapan di luar CDC yang totalnya telah mencapai 5,4 ribu ton.

Secara terperinci, penyerapan tertinggi di luar CDC ada di Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog NTB dengan capaian 4,9 ribu ton.

Lalu Kanwil Sulawesi Utara dan Gorontalo 150 ton dilanjutkan Kanwil Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tercatat telah menyerap 110,57 ton.

Kanwil Sulawesi Tenggara di angka 101,2 ton, Kanwil Jawa Tengah 100 ton, dan Kanwil Jawa Timur 9,95 ton.

“Penyerapan produksi dalam negeri yang kita lakukan tentunya guna memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).”

“Ini pun sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang meminta agar pemerintah itu dapat berperan sebagai stabilisator harga pangan, mulai dari tingkat produsen sampai konsumen.”

“Apalagi jagung itu krusial karena berkaitan erat dengan komoditas daging ayam dan telur,” kata Arief.

“Pada Maret lalu, importasi jagung pakan telah kita hentikan demi menyambut panen raya seperti saat ini.”

“Importasi terpaksa kita lakukan pada akhir tahun lalu karena demi membantu para peternak memperoleh pasokan jagung pakan yang baik.”

“Nah, sekarang kita dorong para pelaku usaha ternak menyerap sebanyak-banyaknya panen jagung dalam negeri,” tambahnya.

Langkah antisipasi penurunan harga jagung di sentra produsen dilakukan pemerintah dengan mendorong mobilisasi jagung, baik melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) maupun business to business.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kegiatan berupa mobilisasi pangan dari suatu daerah yang berlebih ke daerah yang defisit ini menjadi program intervensi yang konsisten diimplementasikan pemerintah.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Untuk komoditas jagung, realisasi mobilisasi jagung hingga saat ini mencapai 75 ton.

“Intinya kami di Badan Pangan Nasional bersama seluruh stakeholder jagung akan melaksanakan secara kolaboratif agar ekosistem pangan kita terjaga dan tidak ada gejolak yang berlebih.”

“Semua harus dapat seimbang dan wajar di semua lini, baik di produsen, pedagang/pelaku usaha, dan konsumen. Itu perintah Bapak Presiden.”

“Selanjutnya, kita akan intensifkan semua program yang dapat diimplementasikan agar jerih payah petani dapat dihargai secara baik,” pungkas Arief.

Pemerintah pun telah memberlakukan kebijakan fleksibilitas HAP di tingkat produsen dan HAP di tingkat konsumen komoditas jagung pipilan kering.

Ini dimulai sejak 25 April sampai 31 Mei. Kebijakan ini berangkat dari usulan dari para pelaku usaha jagung dan dikarenakan perubahan struktur ongkos usaha tani jagung.

Harapannya dengan kebijakan ini dapat menjaga kestabilan jagung di semua lini dan memberikan kepastian harga bagi petani dan peternak.

Untuk diketahui, sebelumnya kualitas kadar air jagung diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2022.

Saat ini fleksibilitas HAP di tingkat produsen yang berlaku antara lain jagung kadar air 15 persen di Rp 5.000 per kilogram (kg) yang sebelumnya Rp 4.200 per kg.

Jaung kadar air 20 persen di Rp 4.725 per kg yang sebelumnya Rp 3.970 per kg, jagung kadar air 25 persen di Rp 4.450 per kg yang sebelumnya Rp 3.750 per kg.

Dan jagung kadar air 30 persen di Rp 4.200 yang sebelumnya Rp 3.540 per kg.

Sementara fleksibiltas jagung kadar air 15 persen di tingkat konsumen atau peternak diberlakukan menjadi Rp 5.800 per kg dari sebelumnya Rp 5.000 per kg.***

Berita Terkait

Andi Amran Sulaiman Tanggapi Prediksi Bapanas Terkait Kenaikan Harga Beras dalam 2 Bulan ke Depan
Dorong Ekspor Produk Pertanian Durian, Luhut Binsar Panjaitan Temui General Administrastion of Customs China
Stok Pangan Nasional Aman dan Terkendali, Statemen Badan Pangan Nasional Jelang Hari Raya Iduladha
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja
Harga Pembelian Pemerintah Gabah dan Beras Resmi Ditetapkan, Begini Penjelasan Bapanas
Menteri Pertanian Beber Alasan Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024 Dipastikan Aman dan Mencukupi
Swasembada Pangan, Indonesia – Uruguay Kerja Sama Kembangkan Produksi Daging dan Susu Berkualitas
Menteri Pertanian Sebut Hilirisasi Kelapa Sawit Membuat Indonesia Tak Bergantung pada Harga Sawit Internasional
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:56 WIB

Andi Amran Sulaiman Tanggapi Prediksi Bapanas Terkait Kenaikan Harga Beras dalam 2 Bulan ke Depan

Kamis, 13 Juni 2024 - 08:52 WIB

Dorong Ekspor Produk Pertanian Durian, Luhut Binsar Panjaitan Temui General Administrastion of Customs China

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:03 WIB

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja

Minggu, 9 Juni 2024 - 09:17 WIB

Harga Pembelian Pemerintah Gabah dan Beras Resmi Ditetapkan, Begini Penjelasan Bapanas

Jumat, 7 Juni 2024 - 09:16 WIB

Menteri Pertanian Beber Alasan Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024 Dipastikan Aman dan Mencukupi

Rabu, 5 Juni 2024 - 07:32 WIB

Swasembada Pangan, Indonesia – Uruguay Kerja Sama Kembangkan Produksi Daging dan Susu Berkualitas

Minggu, 2 Juni 2024 - 07:18 WIB

Menteri Pertanian Sebut Hilirisasi Kelapa Sawit Membuat Indonesia Tak Bergantung pada Harga Sawit Internasional

Sabtu, 1 Juni 2024 - 18:46 WIB

FAO Sejak 2021 Merayakan Hari Susu Sedunia Sebagai Pengakuan Pentingnya Susu Sebagai Makanan Global

Berita Terbaru