Dorong Ekspor Produk Pertanian Durian, Luhut Binsar Panjaitan Temui General Administrastion of Customs China

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 13 Juni 2024 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor Produk Pertanian Durian. (Pixabay.com/DinhCo)

Ekspor Produk Pertanian Durian. (Pixabay.com/DinhCo)

MEDIAAGRI.COM – Untuk mendorong ekspor produk pertanian durian ke negara Tiongkok, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ke Beijing.

Luhut akan melakukan pertemuan dengan General Administrastion of Customs China (GACC).

“Potensi penjualan lewat ekspor durian cukup besar,” kata Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (12/4/2024)

Selain soal ekspor durian, kunjungan kerjanya ke Beijing, Tiongkok untuk membahas potensi peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan China, dalam sektor transisi energi, dan industri.

Tiongkok melalui National Development and Reform Comission (NDRC) diharapkan memberikan dukungan terhadap transisi energi di Indonesia.

NDRC dapat memberikan dukungannya melalui proyek pengembangan baterai di kawasan industri Buli, Maluku Utara.

“Saya harap NDRC dapat mendukung kerja sama antara CBL (joint venture CATL, Brunp, dan Lygend) dan IBC (Indonesia Battery Corporation).”

“Untuk produksi proyek battery materials dan proyek battery recycling di kawasan industri Buli, Maluku Utara,” kata Luhut.

Luhut juga bertemu Chairman NDRC Zheng Shanjie, saat melakukan kunjungan kerjanya ke Beijing.

“Saya berharap Pak Zheng dapat mendukung implementasi kawasan industri Kaltara ini.”

“Selain itu, kami terus mendukung investor Tiongkok yang akan membangun pabrik kaca di Indonesia termasuk Kaltara,” kata dia.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Indonesia juga ingin adanya dukungan pengembangan untuk kawasan industri Kalimantan Utara (Kaltara).

Kawasan industri ini diproyeksikan bisa memberikan dampak berkelanjutan yang besar, serta menjadi model kerja sama bagi negara berkembang.

Menurut dia, pihaknya sudah menyesuaikan peraturan untuk memastikan keamanan jaminan bahan baku untuk proyek petrokimia di kawasan industri tersebut.

Selain itu, ia mengatakan di sela-sela World Water Forum ke -10 pada 20 Mei, di Bali, telah ditandatangani LoI Global Blended Finance Alliance (GBFA).

Yang mendukung kerja sama keuangan blended finance antara Indonesia-China di berbagai bidang.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Duniaenergi.com dan Emitentv.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Apakabarjabar.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Bertekad Wujudkan Kedaulatan Pangan, Wamentan Sudaryono: Sektor Pertanian Penting untuk Ditingkatkan
Tingkatkan Kesejahteraan, Indeks Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan dan Peternakan Membaik
Andalkan Pulau Jawa untuk Lahan Pertanian, Indonesia Tidak Akan Wujudkan Swasembada Gula atau Beras
Percepat Pemenuhan Protokol Ekspor Durian ke Tiongkok, Tim Kemenko Marves Kunjungi Parigi Moutong
Diangkat Erick Thohir Jadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani, Ini Profil Sandy Mushlihin
Sebanyak 20 Ton Kelapa Parut Asal Sulawesi Utara Dinyatakan Siap Ekspor dengan Tujuan Negara Belanda
Bapanas Dorong Pelaku Industri Gula Rancang Strategi Persiapan untuk Hadapi Tantangan Pangan Global
Dukung Peningkatan Produksi Dalam Negeri, Badan Pangan Nasional Sikapi Kondisi Pangan Global
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:56 WIB

Bertekad Wujudkan Kedaulatan Pangan, Wamentan Sudaryono: Sektor Pertanian Penting untuk Ditingkatkan

Selasa, 16 Juli 2024 - 11:56 WIB

Tingkatkan Kesejahteraan, Indeks Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan dan Peternakan Membaik

Kamis, 11 Juli 2024 - 15:58 WIB

Andalkan Pulau Jawa untuk Lahan Pertanian, Indonesia Tidak Akan Wujudkan Swasembada Gula atau Beras

Rabu, 10 Juli 2024 - 13:31 WIB

Percepat Pemenuhan Protokol Ekspor Durian ke Tiongkok, Tim Kemenko Marves Kunjungi Parigi Moutong

Jumat, 5 Juli 2024 - 15:12 WIB

Diangkat Erick Thohir Jadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani, Ini Profil Sandy Mushlihin

Selasa, 2 Juli 2024 - 16:37 WIB

Sebanyak 20 Ton Kelapa Parut Asal Sulawesi Utara Dinyatakan Siap Ekspor dengan Tujuan Negara Belanda

Rabu, 26 Juni 2024 - 08:18 WIB

Bapanas Dorong Pelaku Industri Gula Rancang Strategi Persiapan untuk Hadapi Tantangan Pangan Global

Selasa, 25 Juni 2024 - 11:18 WIB

Dukung Peningkatan Produksi Dalam Negeri, Badan Pangan Nasional Sikapi Kondisi Pangan Global

Berita Terbaru