Ajak Hilangkan Fenomena FOMO, Sudaryono: Kepanikan Belanja Akibatkan Lonjakan Harga Lebih Tinggi

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 27 Februari 2025 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat memantau Operasi Pasar Pangan Murah di Kantor Pos Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Dok. Kementan)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat memantau Operasi Pasar Pangan Murah di Kantor Pos Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Dok. Kementan)

BOGOR – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terbawa fenomena Fear of Missing Out (FOMO).

Terutama dalam menghadapi kenaikan harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, kepanikan dalam berbelanja justru dapat memperburuk situasi dan menyebabkan lonjakan harga yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena itu, sesuai instruksi Bapak Presiden Prabowo, kami ingin memastikan di bulan Ramadan dan Lebaran nanti ini.”

“Tidak ada lagi FOMO kenaikan harga kebutuhan bahan pokok akibat permintaan terhadap komoditas naik.”

“Jadi, stok tercukupi, harga bagus, masyarakat dapat tenang,” kata Wamentan Sudaryono.

Hal tersebut diungkapkan Wamentan Sudaryono usai memantau Operasi Pasar Pangan Murah di Kantor Pos Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (27/2/2025).

Bersama Kepala Badan Pangan Nasional, Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia, Danrem 061 Surya Kencana, Kajari Kabupaten Bogor, dan Kapolresta Bogor

Lebih lanjut Wamentan Sudaryono menuturkan, dalam konteks ekonomi dan belanja, FOMO sering kali mendorong masyarakat untuk membeli barang dalam jumlah besar.

Karena khawatir harga akan semakin naik atau stok akan habis.

Karena itu, operasi pasar ini merupakan upaya pemerintah, bekerja sama dengan BUMN Pangan dan PT Pos Indonesia, untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Setiap tahun kita menghadapi pola yang sama menjelang Ramadhan dan Lebaran, di mana harga pangan mengalami kenaikan sementara.”

“Namun, stok pangan nasional dalam kondisi cukup, dan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga.”

“Jadi, masyarakat tidak perlu panik atau membeli berlebihan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menstabilkan harga pangan, khususnya saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Selain itu, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa tanpa khawatir dengan ketersediaan dan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar.”

“Operasi pasar ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin pangan yang merata dan terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Cibinong, Mariana Wijayanti, menyampaikan bahwa respons masyarakat terhadap Operasi Pasar Pangan Murah cukup tinggi.

Ia menambahkan, sejak diluncurkan pada Senin (24/2/2025), jumlah konsumen yang datang meningkat setiap harinya, dengan rata-rata 120 orang per hari.

“Pada hari pertama sekitar 100 orang berdasarkan catatan pembelian. Hari kedua meningkat di 120.”

“Jumlahnya terus meningkat apalagi semua stok sudah ada. Harapan kami dengan keberadaan kami bisa membantu masyarakat,” ungkapnya.

Operasi Pasar Pangan Murah di Kantor Pos Cibinong menyediakan berbagai bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, daging kerbau, bawang putih, dan lainnya.

Berbagai bahan pokok tersebut dibanderol dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar dan harga eceran tertinggi (HET).

Salah seorang warga Cibinong, Riana, mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini.

“Harga di sini lebih murah daripada di pasaran. Ini sangat membantu, terutama bagi ibu-ibu dan masyarakat dengan ekonomi lemah,” ungkap Riana.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Operasi Pasar Pangan Murah ini diharapkan terus dapat membantu masyarakat dalam mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Hutannews.com dan Mediaemiten.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Haijateng.com dan Hariancirebon.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Pemerintah Intervensi Pasar Jagung, 52.400 Ton SPHP Untuk Stabilkan Telur
Di Balik Wacana Stabilisasi: Strategi Pemerintah Turunkan Harga Jagung
Panen Gadu 2025 Melimpah, Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik
Gene Bank Indonesia Siap Dibangun, Prabowo Beri Restu Penuh
Jagung Tetap Stabil: Pemerintah Gulirkan Stok CJP Untuk Peternak
Mafia Pangan Terungkap, Pemerintah Gelontorkan 1,3 Juta Ton Beras
Wamentan Sudaryono: Prediksi Cuaca adalah Senjata Andalan Petani
Harga Gabah Dijaga Rp6.500, Beras SPHP Bantu Rakyat

Berita Terkait

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

Pemerintah Intervensi Pasar Jagung, 52.400 Ton SPHP Untuk Stabilkan Telur

Selasa, 2 September 2025 - 14:03 WIB

Di Balik Wacana Stabilisasi: Strategi Pemerintah Turunkan Harga Jagung

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Panen Gadu 2025 Melimpah, Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Gene Bank Indonesia Siap Dibangun, Prabowo Beri Restu Penuh

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Jagung Tetap Stabil: Pemerintah Gulirkan Stok CJP Untuk Peternak

Berita Terbaru

Pers Rilis

Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:24 WIB