Wamentan Sudaryono: Prediksi Cuaca adalah Senjata Andalan Petani

Hadapi perubahan iklim, Kementan pacu modernisasi pertanian lewat digitalisasi data meteorologi untuk tingkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 22 Agustus 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamentan Sudaryono memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus Pusat PERHIMPI, menekankan pentingnya data cuaca untuk masa depan pertanian Indonesia. (Dok. Kementan)

Wamentan Sudaryono memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus Pusat PERHIMPI, menekankan pentingnya data cuaca untuk masa depan pertanian Indonesia. (Dok. Kementan)

DI TENGAH  bayang-bayang perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan, para petani Indonesia kini disiapkan dengan “senjata pintar” terbaru. Senjata itu bukan traktor atau alat berat, melainkan data dan prediksi cuaca yang presisi.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan meteorologi pertanian memegang peran strategis. Pemanfaatan data cuaca dan iklim secara tepat dapat meningkatkan produksi pangan nasional.

“Ilmu meteorologi pertanian harus bisa didigitalisasi dan diakses secara luas,” kata Sudaryono di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Hal itu disampaikannya dalam Pelantikan Pengurus Pusat Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI) periode 2024–2029.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sudaryono, akses data memungkinkan petani dan penyuluh mengambil keputusan tepat di setiap tahap produksi. Pendekatan ini menjadi kunci modernisasi pertanian Indonesia ke depan.

Integrasi Disiplin Ilmu Jadi Faktor X

Sudaryono menyebut integrasi berbagai disiplin ilmu merupakan elemen penting. Ilmu tersebut mencakup meteorologi, ilmu tanah, pemupukan, hama, hingga benih.

“Semua disiplin ilmu ini adalah faktor X yang akan kita ramu menjadi kekuatan,” jelas pria yang akrab disapa Mas Dar itu. Pendekatan terintegrasi dapat mendorong kenaikan produksi pangan nasional.

Pada akhirnya, peningkatan produksi akan bermuara pada perbaikan kesejahteraan petani. Kontrol terhadap proses produksi pun akan semakin kuat.

Prediksi Cuaca untuk Hindari Gagal Panen

Sudaryono mencontohkan pentingnya informasi akurat bagi petani. Informasi itu terutama untuk waktu tanam, pemupukan, dan panen.

Prediksi cuaca yang tepat membantu petani menghindari risiko gagal panen. Petani juga dapat memaksimalkan hasil pertanian mereka dengan informasi itu.

“Misalnya, petani harus tahu risiko dan peluang menanam padi di minggu ketiga Agustus,” ujarnya. Semua keputusan itu hanya bisa diambil berdasarkan data presisi.

Kendali Produksi Lewat Prediksi Akurat

Sudaryono menyebut Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) punya peran penting. BRMP mengendalikan aspek teknis pertanian dari hulu ke hilir.

Lembaga itu mengurus penyediaan benih unggul, pengelolaan irigasi, hingga distribusi pupuk. Meski cuaca tidak dapat dikendalikan, prediksinya dapat disempurnakan.

“Semakin akurat prediksinya, semakin besar kendali kita terhadap produktivitas,” tutur Sudaryono. Prediksi menjadi basis untuk mengoptimalkan faktor yang bisa dikendalikan.

Apresiasi untuk Para Pejuang di Lapangan

Sudaryono memberikan apresiasi tinggi pada para penyuluh dan tenaga ahli lapangan. Mereka termasuk yang tergabung dalam PERHIMPI.

Ia menyebut mereka sebagai ujung tombak yang bekerja dalam senyap. Namun, kerja mereka memberikan dampak nyata bagi keberhasilan pertanian.

“Mereka yang menemani petani setiap hari dari tanam hingga panen,” kata Sudaryono. Peran mereka vital dalam memastikan proses produksi berjalan lancar.

Transformasi dengan Teknologi Berbasis Data

Sudaryono meminta Ketua Umum PERHIMPI baru, Fadjry Djufry, mengawal agenda transformasi. Transformasi dilakukan melalui pemanfaatan teknologi agrohidrometeorologi berbasis data dan inovasi.

“Petani dan penyuluh kita adalah pasukan tempur di lapangan,” tegas Sudaryono. Mereka berjuang setiap hari untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

Tugas pemangku kepentingan adalah memastikan mereka dipersenjatai dengan ilmu terbaik. Data dan teknologi mutakhir menjadi senjata andalan melawan tantangan perubahan iklim.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Pemerintah Intervensi Pasar Jagung, 52.400 Ton SPHP Untuk Stabilkan Telur
Di Balik Wacana Stabilisasi: Strategi Pemerintah Turunkan Harga Jagung
Panen Gadu 2025 Melimpah, Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik
Gene Bank Indonesia Siap Dibangun, Prabowo Beri Restu Penuh
Jagung Tetap Stabil: Pemerintah Gulirkan Stok CJP Untuk Peternak
Mafia Pangan Terungkap, Pemerintah Gelontorkan 1,3 Juta Ton Beras
Harga Gabah Dijaga Rp6.500, Beras SPHP Bantu Rakyat
Cadangan Beras Pemerintah Cukup, Distribusi SPHP Digenjot untuk Jaga Harga Stabil

Berita Terkait

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

Pemerintah Intervensi Pasar Jagung, 52.400 Ton SPHP Untuk Stabilkan Telur

Selasa, 2 September 2025 - 14:03 WIB

Di Balik Wacana Stabilisasi: Strategi Pemerintah Turunkan Harga Jagung

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Panen Gadu 2025 Melimpah, Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Gene Bank Indonesia Siap Dibangun, Prabowo Beri Restu Penuh

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Jagung Tetap Stabil: Pemerintah Gulirkan Stok CJP Untuk Peternak

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

BDx Indonesia Dukung Komunitas Terdampak Banjir di Sumatra

Senin, 2 Feb 2026 - 02:00 WIB