Jawa Timur All Out Dorong Swasembada Gula, Kediri Jadi Lumbung Tebu

Produksi gula Jawa Timur naik 50 persen di musim kemarau, Mentan targetkan produktivitas tebu nasional capai level kolonial dalam waktu tiga tahun.

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 16 Juli 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Dalam kunjungannya ke Kediri. (Dok. Kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Dalam kunjungannya ke Kediri. (Dok. Kementan)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah siap mendongkrak produksi tebu nasional lewat empat strategi baru berbasis masukan langsung petani.

Dalam kunjungannya ke Kediri, Selasa (15/7), Amran menyebut langkah cepat ini penting agar Indonesia tidak lagi tergantung pada impor gula dari Tiongkok.

“Regulasi ini sudah kami godok bersama petani. Terima kasih kepada semua kepala daerah yang sudah proaktif,” ujar Amran.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amran menekankan pentingnya kerja kolaboratif antara pusat, daerah, BUMN gula, dan petani untuk memastikan harga jual petani terjamin, produktivitas meningkat, dan swasembada tercapai dalam waktu maksimal empat tahun.

Kredit Murah, Subsidi Bibit, Jaminan Harga Jadi Solusi Awal Bagi Petani

Langkah pertama pemerintah adalah membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga rendah sebesar enam persen untuk petani tebu. Skema pembiayaan ini diharapkan membantu modal tanam dan perawatan.

“Kami serahkan dana Rp200 miliar untuk subsidi bibit dan menyiapkan Rp1,5 triliun pembelian gula dengan HPP tetap,” papar Amran.

Kebijakan ini disambut baik petani yang selama ini mengeluhkan mahalnya bibit unggul serta fluktuasi harga gula di tingkat petani. Dengan jaminan harga pokok, petani bisa berproduksi dengan lebih tenang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga menambahkan, produksi gula provinsinya sudah naik 50 persen menjadi 1,27 juta ton tahun ini berkat program ini. Target 1,4 juta ton tahun depan dinilai realistis.

Perbaikan Distribusi Pupuk dan Pengecer Nakal Jadi Target Berikutnya

Amran menyoroti distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini jadi momok petani karena banyak diselewengkan.

Data penerima yang tidak akurat dan praktik nakal pengecer menyebabkan pupuk langka.

“Kami minta Direksi Pupuk Indonesia selesaikan masalah ini maksimal satu bulan,” kata Amran.

Pemerintah juga akan mencabut izin pengecer pupuk yang terbukti menaikkan harga atau menahan stok tanpa alasan jelas.

Kebijakan ini berlaku tegas tanpa peringatan untuk memastikan ketersediaan pupuk.

Petani berharap kebijakan ini membawa perbaikan nyata di lapangan karena selama ini pupuk sering telat datang di musim tanam, membuat produktivitas anjlok.

Target Produktivitas 14 Ton Per Hektare dalam Waktu Empat Tahun

Saat ini produktivitas gula Indonesia hanya sekitar empat ton per hektare, jauh di bawah masa kolonial Belanda yang mencapai 14 ton per hektare.

“Zaman dulu kita produsen nomor dua dunia, sekarang tertinggal jauh,” ujar Amran. “Ini akan kita perbaiki bertahap mulai regulasi, budidaya hingga pembiayaan.”

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyebut hampir 5.000 peserta hadir di acara Sarasehan Petani di Kediri sebagai bukti semangat kolektif mendukung swasembada gula.

“Kami siap wujudkan visi Presiden Prabowo soal ketahanan pangan dan energi,” tegas Mahmudi di laman resmi SGN.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Kongsinews.com dan Hilirisasinews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloup.com dan Halloupdate.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatimraya.com dan Hellocianjur.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Pemerintah Intervensi Pasar Jagung, 52.400 Ton SPHP Untuk Stabilkan Telur
Di Balik Wacana Stabilisasi: Strategi Pemerintah Turunkan Harga Jagung
Panen Gadu 2025 Melimpah, Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik
Gene Bank Indonesia Siap Dibangun, Prabowo Beri Restu Penuh
Jagung Tetap Stabil: Pemerintah Gulirkan Stok CJP Untuk Peternak
Mafia Pangan Terungkap, Pemerintah Gelontorkan 1,3 Juta Ton Beras
Wamentan Sudaryono: Prediksi Cuaca adalah Senjata Andalan Petani
Harga Gabah Dijaga Rp6.500, Beras SPHP Bantu Rakyat

Berita Terkait

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

Pemerintah Intervensi Pasar Jagung, 52.400 Ton SPHP Untuk Stabilkan Telur

Selasa, 2 September 2025 - 14:03 WIB

Di Balik Wacana Stabilisasi: Strategi Pemerintah Turunkan Harga Jagung

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Panen Gadu 2025 Melimpah, Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Gene Bank Indonesia Siap Dibangun, Prabowo Beri Restu Penuh

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:58 WIB

Jagung Tetap Stabil: Pemerintah Gulirkan Stok CJP Untuk Peternak

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

BDx Indonesia Dukung Komunitas Terdampak Banjir di Sumatra

Senin, 2 Feb 2026 - 02:00 WIB