MEDIAAGRI.COM – Dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga kedelai di tingkat petani, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan bantuan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) Kedelai dari petani ke pelaku usaha kedelai.
Sebanyak 10 ton kedelai biji kering dari petani Kabupaten Pati, Jawa Tengah telah didistribusikan kepada Koperasi Produsen Tahu Tempe (KOPTI) Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Setelah sebelumnya juga telah didistribusikan 10 ton ke KOPTI Rumah Tempe Indonesia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan aksi ini dilakukan untuk menjaga stabilisasi harga kedelai petani pada musim panen raya kedelai di Agustus sampai September 2024.
FDP diberikan kepada para mitra seperti KOPTI, pengrajin tempe dan tahu, serta pelaku usaha lainnya.
“Kedelai lokal harganya dijaga agar sedulur petani bisa terus semangat menanam.”.
“Kami sudah koordinasikan dengan GAKOPTINDO, KOPTI, pelaku usaha kedelai serta para importir.”
Baca Juga:
AutoFlight Tampilkan Teknologi Mobilitas Udara Masa Depan di Games of the Future 2026 Kazakhstan
XTransfer Tercantum dalam Daftar “World’s Top Fintech Companies 2026” versi CNBC
“Untuk turut menyerap hasil panen petani dengan harga yang wajar,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/9/2024).
Pada puncak panen raya di awal bulan September harga kedelai di tingkat petani Jawa Tengah sempat menyentuh angka Rp 8.500-8.700 per kilogram (kg).
Jauh dari harga pada tahun sebelumnya yang menyentuh Rp 10.000-10.500 per kg.
Kondisi tersebut bisa berdampak pada demotivasi petani menanam kedelai pada periode selanjutnya.
Baca Juga:
CNS: Lulusan Vietnam Bangun Bisnis Lintasnegara di Guizhou Berbekal Pengalaman Studi di Tiongkok
Milken Institute Umumkan Asia Summit 2026, Dorong Kepemimpinan Cerdas di Era AI
Hisense Luncurkan PX4 Pro, Hadirkan Pengalaman Bioskop Profesional di Rumah
Diketahui dari data Panel Harga Pangan per tanggal 9 September 2024 harga rata-rata nasional kedelai biji kering di tingkat produsen sebesar Rp 10.030 per kg.
Lebih rendah 6,91 persen dibandingkan Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen.
Rata-rata harga tertinggi berada di Provinsi Jambi (Rp 11.500 per kg) dan terendah berada di Provinsi Banten (Rp 9.000 per kg).
Adapun produksi kedelai nasional tahun 2024 diperkirakan mencapai 150 ribu ton.
“Sampai hari ini beberapa pelaku usaha kedelai komitmen akan membantu menyerap kedelai petani.”
“Antara lain KOPTI Bogor siap menyerap 30 ton, KOPTI Bandung 10 ton, Pemprov Jateng 16,4 ton, PT. FKS 10 ton, PT. GCU 10 ton, dan pengrajin tempe di Kabupaten Klaten 10 ton.”
Baca Juga:
AdaKami Raih Penghargaan Top Company in Transparent & Responsible P2P Lending di Indonesia
Nippon Paint China Tampil Perdana di ARCHIDEX 2026, Pamerkan Inovasi untuk Industri Konstruksi
“Jika nanti KOPTI, pengrajin tempe dan tahu, PT. FKS, dan PT. GCU terus menyerap kembali, pastinya pasokan di hulu akan kembali lancar, pemasaran terjamin, dan sedulur petani akan tetap semangat menanam,” pungkas Arief.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Minergi.com dan Haibisnis.com
Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Kontenberita.com dan Harianbanten.com
Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)
Atau hubungi langsung WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News.






